Kekosongan seolah kembali aku rasaDimana hati ini seolah tak berpenghuni
Dimana kesunyian seolah bagai sebuah busur panah
Dinana aku tak mungkin dapat menghidar dan pasti akan membunuhku
Bagai sebuah peran yang jika aku dapaat pilih aku tak akan pernah memerankannya
Seharusnya roman itu berakir dengan bahagia
Tapi mengapa setiap roman itu pasti selalu diwarnai tetes air mata
Mungkin surataan takdir
Atau hanya kehendak dari pada pengarang hidup yang sudah menggariskannya
Tapi biarlah semua itu terjadi
Tapi aku yakin pelita itu masih aku lihat
Walaupun itu redup
Tapi cahayanya itu tetap menerangiku walaupun tak akan selalu abadi
Tapi buli-buli minyak itu harus kita jaga
Agar api yang ada tak akan pernah padam meskipun angin itu boleh dating
Tak ada yang abadi itu sudah menjadi keabsudtan
Walaupun kita selalu jaga tapi jika Dia sudah berkehendak apa daya kita
Tapi biarlah
dan semua selalu aku kenang
dan aku akaan guratkan dengan tinta emas sermua kenangan itu
walaupun haanya seumur anak yang belum genap satu tahun kisah kita
tapi waktu itu menjadi 1000 tahun berharga dalam hidupku


0 komentar:
Posting Komentar